Posts

Tulisan Jeanne Tentang Haruki

Haruki Hari ini aku bertemu Haruki setelah sekian lama karena Haruki sering sakit Nggak tahu karena apa, apakah terlalu keras belajar? atau keluar malam-malam? Haruki, yang membuat sepucuk surat dilipat-lipat menjadi pesawat kertas Haruki, akhirnya aku melihatmu lagi. Cukup sudah bertahun lamanya aku memalingkan wajah Kali ini atensiku milikmu lagi Haruki, aku ingin kita abadi dengan senyum dan hangat matahari aku harap tidak terlalu tinggi karena kata terlalu tak pernah ada di bumi 18 Juli 2023

Tentang Haruki #3

Haruki sakit. Yah, sayang banget malah sakit pas lagi liburan seangkatan kayak gini. Pikir Jeanne. Tapi setelah itu, Jeanne tidak terlalu memikirkannya. Ia fokus menikmati liburannya dengan senang besama teman-temannya. Mereka berdua juga hampir tidak pernah berinteraksi selama seminggu liburan itu. Hanya saja, terkadang Jeanne tanpa sengaja mendengar suara batuk dan bersin Haruki ketika mereka berada di dalam bus. Ketika mendengarnya, dalam hati Jeanne muncul sedikit rasa kasihan. Di hari pertama sekolah, kabarnya Haruki berhalangan hadir karena sedang sakit. Di hari kedua, barulah Jeanne bisa melihat Haruki di sekolah. Rasanya seperti rindu yang telah lama menyiksa akhirnya terobati. Padahal, rindu juga nggak. Aneh, kan?! ... Haruki jadi danlap.  Ketika dia lagi ngedanlap , seseorang diam-diam memeluknya dari belakang dan berbisik, "sayang... udah ya teriak-teriaknya. Nanti tenggorokannya sakit." TIDAK-TIDAK. Tentu saja Jeanne tidak melakukan itu. Itu adalah perkataan seseo...

Tentang Haruki #2

 Jeanne kena karma. Yap. Benci dan Suka kayaknya emang beda tipis. Kejadiannya begini, Waktu itu Jeanne dan Haruki ada di satu ruang ujian yang sama.  Ujian dimulai pada pukul tujuh hingga pukul setengah sembilan, kemudian dilanjut lagi pukul sembilan hingga pukul setengah sebelas. Peserta punya waktu tiga puluh menit untuk beristirahat. Saat waktu istirahat, Jeanne memilih untuk tetap berada di ruang ujian sambil kembali mengulas materi. Ketika ia sedang fokus-fokusnya. Tiba-tiba ia mendegar seseorang sedang bernyanyi. Ku tak bisaaa... Jauh... Jauh... Darimuuu... Masalahnya, the way he sang it was... unexpected. Kayak menjiwai banget. Jeanne juga agak tidak menyangka kalau seseorang seperti Haruki bisa se-sedih itu ketika nyanyi. Dan entah telinga Jeanne yang bermasalah atau emang faktanya kayak gitu, suara Haruki terdengar sangat bagus.  Nyanyian Haruki tidak hanya sampai ke telinga Jeanne, tapi juga sampai ke dalam hatinya.  Sejak saat itu, dimana-mana selalu ada ...

Tentang Haruki

 "Kenapa sih, aing lemah banget kalau udah berhadapan sama cowok keren?!" Jeanne misuh-misuh sendiri di depan Nara.  "Lemah gimana?"  "Itu, kenapa ya aing mudah kagum sama cowok-cowok keren yang aing temuin..." "Cowok-cowok keren itu siapa?" Tanya Nara. "Ya.. banyak! Kamu tahu sendiri lah siapa." Nara menghela napas. Kalau aku jadi dia, aku nggak akan mau, sih, berteman sama Jeanne. Karena dia itu nyusahin! Jalan pikirannya terlalu sulit untuk ditebak sampai-sampai semua topik pembicaraan yang keluar dari mulutnya pasti selalu hal-hal random. Dia tuh, selalu tiba-tiba ngomongin sesuatu yang bikin orang lain bingung, kenapa sih Jeanne tiba-tiba ngomongin ini? Gitu. Tapi untungnya Jeanne punya teman dekat bernama Nara yang sabar banget nanggepin apapun yang keluar dari mulutnya Jeanne. Apapun yang Jeanne obrolin ke Nara pasti direspon dengan sangat baik, mau itu obrolan yang serius, bercanda, sampai gak jelas pun Nara tetep respon. Tolong...

Tentang Aku dan Ben #2

  Tentang Aku dan Ben A work of fiction by Maritza Aurelia #2 Saat Ben Baca Tulisanku   Hai hai! Balik lagi sama Ariel.  Ben udah sampai rumah  dan r encananya aku mau kasih liat tulisanku ke Ben.    Selesai makan,  aku duduk di karpet dan nyalain laptopku.  Ben  ikut  duduk di sebelahku .   “Ben, mau liat tulisanku yang tadi siang  nggak ?”  “Mana-mana coba liat.”   Dia nunggu dengan sabar saat aku nyalain laptop dan ngebuka  file  tulisan yang aku  save  di  google docs.  Sekarang, laptopku berpindah ke pangkuan Ben.  Dia fokus banget bacanya .  Sedangkan a ku foku s  ngeliatin ekspresi  dia .     Waktu itu aku masih kelas 11. Entah kenapa tiba-tiba kepikiran buat ikut kegiatan ekskul  penjelajahan , Jumanji. Singkat cerita, setelah aku daftar, ternyata ada perjalanan panjang yang harus aku lewati sebelum aku officially jadi anggota Jumaji seumur hidup...

Tentang Aku dan Ben #1

  Tentang Aku dan Ben A work of fiction by Maritza Aurelia   #1 Cerita dari awal   Halo!  Aku Ariel. Ada sesuatu yang mau aku ceritain ke kalian, nih. Tentang aku dan Ben. Tapi ini orangnya lagi ada di sebelah aku, jadi aku nggak bisa ngomong kenceng-kenceng.  So… I decided to spill all of it by writing . Jadi kalian baca tulisan ini aja ya!   Jadi gini…   Waktu itu aku masih kelas 11.  Entah kenapa tiba-tiba  kepikiran buat  ikut kegiatan ekskul  penjejalah ,  Jumanji .  Singkat cerita, setelah aku daftar, ternyata ada perjalanan panjang yang harus aku lewati sebelum aku  officially  jadi anggota  Jumaji  seumur hidup . Ada  sistem seleksi yang sangat ketat,  survival . Dan sebelum  survival,  kami harus ikut persiapan dulu selama tiga bulan.   Persiapan   survival  dimulai  seminggu setelah aku dan 21 orang lainnya daftar jadi calon-calon  survivor .  ...