Tentang Haruki #3
Haruki sakit.
Yah, sayang banget malah sakit pas lagi liburan seangkatan kayak gini. Pikir Jeanne.
Tapi setelah itu, Jeanne tidak terlalu memikirkannya. Ia fokus menikmati liburannya dengan senang besama teman-temannya. Mereka berdua juga hampir tidak pernah berinteraksi selama seminggu liburan itu. Hanya saja, terkadang Jeanne tanpa sengaja mendengar suara batuk dan bersin Haruki ketika mereka berada di dalam bus. Ketika mendengarnya, dalam hati Jeanne muncul sedikit rasa kasihan.
Di hari pertama sekolah, kabarnya Haruki berhalangan hadir karena sedang sakit. Di hari kedua, barulah Jeanne bisa melihat Haruki di sekolah. Rasanya seperti rindu yang telah lama menyiksa akhirnya terobati. Padahal, rindu juga nggak. Aneh, kan?!
...
Haruki jadi danlap.
Ketika dia lagi ngedanlap, seseorang diam-diam memeluknya dari belakang dan berbisik, "sayang... udah ya teriak-teriaknya. Nanti tenggorokannya sakit."
TIDAK-TIDAK. Tentu saja Jeanne tidak melakukan itu. Itu adalah perkataan seseorang di base Twitter yang kebetulan dibaca oleh Jeanne saat ia baru pulang sekolah. Lagian teriak-teriak kok pakai tenggorokan ya? Bukannya harusnya pakai suara perut?
Hari itu, angkatannya Jeanne jadi panitia demo ekskul. Iya, waktu itu Haruki memang lagi jadi koordinator lapangan. Saat itu Jeanne menunggu giliran ekskulnya tampil di tempat panitia. Melihat kemeja hitam yang ia gunakan dan auranya yang menawan saat berjalan dan berbicara, Jeanne berpikir, emang cocok sih dia.
Tapi tahu nggak, apa isi chat Jeanne dan Nara saat itu juga?
Jeanne
I saw Haruki being korlap
Nara
he's cool right ?
Jeanne
He iss
Dia ngetiknya sambil senyum, lagi. Hadeh...
Jeanne dan teman-teman ekskulnya tampil di urutan hampir terakhir. Setelah ia selesai tampil dan kembali ke tempat panitia, ia mencari dimana posisi Haruki sambil berpikir, dia lihat aku nggak sih, tadi?
...
Haruki dan segala hal yang ia lakukan.
Memainkan gitarnya dengan lihai di sudut belakang kelas sambil bernyanyi.
Berinteraksi dengan Jeanne layaknya teman sekelas pada umumnya.
Menatap keluar jendela kelas dan menghirup udara segar di pagi hari.
Mengerjakan pekerjaan rumah di sekolah.
Memperhatikan guru dengan seksama.
Menjawab pertanyaan guru di kelas.
Tertawa bersama teman-teman dekatnya.
Hal yang biasa, menjadi sesuatu yang spesial bagi Jeanne karena yang melakukannya adalah Haruki.
Comments
Post a Comment